Pemerintah targetkan
pajak 2018 tinggi, pengusaha khawatir jadi korban
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu)
menargetkan penerimaan perpajakan pada 2018 mencapai Rp 1.609,4 triliun. Jumlah
tersebut tumbuh sekitar 9,3 persen dari targetnya dalam Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017.
Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI),
Bahlil Lahadalia, menilai target penerimaan perpajakan pada 2018 terlalu
ekspansif. Sebab, berdasarkan pengalaman tahun ini penerimaan perpajakan belum
juga mencapai target, meskipun sudah dibantu oleh berbagai kebijakan dan program
seperti tax amnesty.
"Target
pajak Rp 1.600 triliun ini sangat optimis tapi juga sangat ekspansif. Karena
asumsi pertumbuhan ekonomi 2018 tidak jauh beda dengan 2017, namun realisasi
pajak belum sampai ke angka Rp 1.200 triliun," ungkapnya dalam dialog perpajakan
yang bertema 'arah kebijakan pajak tahun 2018' di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat,
Rabu (20/12).
Dia mengaku khawatir dengan target perpajakan yang
menurutnya terlalu ekspansif tersebut. Sebab, dengan target yang sedemikian
optimisnya sangat berpotensi untuk mengorbankan para pengusaha.
"Jangan-jangan ketika negara gagal Rp 1.600 triliun
maka pengusaha lah yang akan menjadi faktor penting pada faktor itu,"
jelasnya.
Bahlil pun meminta pemerintah harus menerapkan peraturan
yang jelas dalam mengumpulkan pajak. Sehingga ke depannya pengusaha mendapatkan
kepastian hukum.
"Kami tidak ingin persoalan pajak yang juga menjadi
persoalan kebutuhan negara itu menjadi ada sebuah cara yang tidak elegan dalam
menerapkannya. Jangan lupa kita membangun sebuah pemahaman hanya yang menengah
ke bawah yang menjadi incaran pajak, sementara ke atas dibiarkan. Keadilan perlu
diterapkan," tegasnya.
Narasumber
: https://www.merdeka.com/uang/pemerintah-targetkan-pajak-2018-tinggi-pengusaha-khawatir-jadi-korban.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar